Cara Menentukan Harga Grosir dan Eceran Agar Untung Maksimal

Idealnya, jika membeli dalam jumlah banyak, pembeli akan mendapatkan harga yang lebih murah. Dalam dunia niaga, kita sering menyebutnya sebagai harga grosir. Lalu, sudah tahukah Anda bagaimana cara menentukan harga grosir dan eceran?

Tak asal memberikan harga, umumnya penjual sudah mempertimbangkan berapa range harga untuk pembelian satuan dan grosir. Ada beberapa hal penting yang menentukan harga-harga tersebut.

Untuk Anda yang baru saja terjun ke dunia bisnis, sebaiknya pelajari terlebih dahulu bagaimana cara menghitung harga jual per unit dan harga jual grosir. Perhatikan beberapa hal berikut untuk menentukannya.

1. Hitung Modal Awal

Jika barang yang Anda jual adalah produksi sendiri, Anda perlu menghitung berapa harga semua biaya produksi. Komponen ini menjadi yang utama dalam menentukan harga.

Kemudian, jika Anda mendapatkan barang dengan cara membeli dalam jumlah besar kemudian menjualnya kembali, biaya yang dimasukkan adalah modal awal yang Anda keluarkan untuk membeli barang dagangan tersebut, termasuk biaya pengiriman.

Selain biaya pengadaan barang, Anda juga perlu memperhitungkan biaya operasional, seperti gaji karyawan, internet, dan lain sebagainya.

Catat biaya produksi dan biaya operasional bulanan. Di akhir nanti, jumlah biaya pengadaan barang akan menjadi patokan untuk menentukan harga.

2. Perkirakan Berapa Keuntungan yang Anda Harapkan

Margin laba untuk penjualan grosir dan ecer tentu berbeda. Untuk harga grosir, Anda bisa memberikan margin keuntungan sebesar maksimal 35%. Kemudian, untuk penjualan ecer, Anda bisa menetapkan margin maksimal 45%.

Penetapan margin keuntungan tentu tidak boleh asal. Anda harus mempertimbangkan harga pasar serta nilai produk.

3. Lakukan Survey Harga Pasar

Cara yang ketiga ini adalah tindak lanjut dari cara sebelumnya. Anda perlu melakukan survey untuk menentukan margin keuntungan.

Salah satu cara terbaik untuk menentukan harga barang, entah itu grosir atau ecer, Anda perlu melihat harga standar yang ada di pasaran.

Bagaimanapun, kamu nanti akan bersaing dengan mereka. Jika ingin barang cepat laku, pastikan harga tidak berbeda jauh dengan pesaing, kecuali jika produk Anda memiliki nilai lebih, Anda bisa menjual produk dengan harga di atas rata-rata.

Misalnya, Anda menjual baju gamis dengan harga kisaran Rp200.000 per pcs. Padahal, harga di pasaran rata-rata hanya Rp100.000. Ada gap yang cukup besar antara harga produk Anda dengan harga yang ada di pasaran.

Bagaimana agar produk Anda tetap laku?

Anda bisa membungkusnya dengan bahasa promo yang bagus.

Untuk tahap pertama, yang penting Anda tahu dulu kisaran harga yang ada di pasaran. Lalu, jika memang produk yang Anda jual ternyata lebih mahal, Anda bisa mencari tahu nilai unggul produk Anda jika dibandingkan dengan produk lainnya.

4. Menentukan Harga Jual Ecer dan Grosir

Untuk menentukan harga jual, Anda bisa memakai rumus sebagai berikut.

Harga jual= harga pengadaan barang (biaya produksi atau harga beli) + biaya operasional + margin laba.

Untuk harga grosir, seperti yang sudah dijelaskan di atas, margin laba bisa lebih rendah, yakni maksimal 35%. Kemudian, untuk harga ecer, margin laba bisa dinaikkan menjadi maksimal 45%.

Untuk biaya operasional, yang dimasukkan adalah biaya operasional per hari. Anda bisa menghitung biaya operasional selama satu bulan full, kemudian bagi 30 hari. Hasilnya nanti bisa Anda masukkan ke rumus di atas.

Sampai di sini, cara menentukan harga jual produk bagi reseller dan produsen sebenarnya tak jauh berbeda. Reseller pun bisa menjual barang secara grosir jika usahanya sudah maju.

Untuk Anda yang menjual barang secara online, harga ini belum termasuk ongkir ya. Cara menghitung harga jual dengan ongkir tinggal menambahkan berapa ongkir ke alamat pelanggan.

5. Pertimbangkan BEP

BEP adalah break even point yang berarti waktu di mana pendapatan akan impas dengan biaya pengeluaran.

Dengan harga yang sudah ditetapkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar modal awal terpenuhi? Anda harus membuat target untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Nantinya, BEP akan digunakan untuk menghitung laba bersih dari bisnis yang saat ini sedang dijalankan. BEP juga bisa menjadi penentu harga jual atau grosir.

Meskipun banyak hal yang perlu diperhatikan dalam proses menentukan harga jual, pelajari semuanya dengan tekun, ya. Terus perbarui ilmu Anda tentang cara menentukan harga grosir dan eceran untuk menemukan harga yang tepat. Semoga bermanfaat!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.